Ditengah Kesibukan Nara sumber dan admin akhirnya Tulisan ini dapat dituangkan untuk semua alumni mengenai Visi dan Misi kepengurusan Ikatila saat ini, semoga tulisan ini dapat membuka matahati kita semua para Alumni Ikatila untk tetap menjaga tali sillatuhrami yang telah terjalin dan lebih meningkatkan persatuan dan kesatuan serta berusaha mencari dan menginformasikan keberadaan teman kita sesama alumni yang belum diketahui keberadaannya Dibawah ini adalah Petikan Bincang-bincang sbb:
Visi dan misi saya memimpin Ikatila 2009-2012. Visinya adalah membawa Ikatila sebagai lembaga yang dapat memberikan manfaat untuk kemajuan alumni, almamater, masyarakat, bangsa dan negara. Sedangkan misinya adalah 1. Menjalin silaturahim, membina kesinambungan di antara sesama alumni. 2. Meningkatkan kualitas alumni dan meningkatkan amal usaha alumni. 3. Mendukung kemajuan almamater menjadi pusat keunggulan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. 4. Ikut serta memajukan masyarakat dalam sejumlah bidang.
2. Apa Program Kerja Pengurus Ikatila Periode saat Ini?
Pada forum rapat kerja, kami akan mengundang sejumlah pengurus Ikatila Angkatan dan Ikatila Wilayah. Masukan-masukan itulah yang nantinya kami tetapkan sebagai program kerja Ikatila hingga tiga tahun ke depan.
3. Apa Rencana Sumbangsih Nyata Pengurus Ikatila ke Almamater SMA 38?
Sudah pasti, kami akan mempromosikan almamater ke kancah lokal, nasional bahkan internasional. Sejumlah menteri dan pejabat yang terkait dengan dunia pendidikan telah kami agendakan untuk bisa datang ke sekolah. Tujuannya jelas, memperkenalkan almamater ke sejumlah forum bergengsi. Telah dirancang pula kerja sama dengan sejumlah lembaga untuk menaikkan pamor serta melatih siswa dan guru SMA 38.
4. Bagaimana Pendapat anda tentang Partisifasi aktif dari alumni kepada SMA 38?
Ada tiga dharma atau pengabdian seperti yang tertera dalam misi yang hendak saya emban dalam kepengurusan Ikatila. Pengabdian kepada alumni, almamater dan masyarakat, bangsa/negara. Untuk pengabdian tersebut, tidak ada jalan lain selain mendorong partisipasi aktif para alumni.
5. Ada Berapa Alumni SMA 38 Sejak Berdiri?
Dari 30 angkatan alumni, sekurangnya yang terdaftar sebagai alumni sekitar 10 ribu orang. Rincian lengkapnya masih kami data. Jumlah terbanyak adalah Angkatan 83 sekitar 640 orang, disusul Angkatan 86 sekitar 600 orang dan Angkatan 89 sekitar 500 orang.
Masing-masing angkatan persoalannya sangat variatif. Misalnya, angkatan 81 yang terdata aktif hanya sekitar 30 orang. Mereka rutin mengadakan pertemuan dua bulanan. Angkatan 83 ada pertemuan tiga bulanan dan yang terdata aktif sekitar 125 orang
Sementara Angkatan 84, 85, dan 87 mereka belum terdata dengan baik. Belum ada koordinatornya yang bersedia menjadi pionir. Ini gambaran angkatan 80-an. Jadi, rata-rata masing-masing angkatan menargetkan sekitar 20 hingga 25 persen alumni yang terjangkau.
Ini karena sebagian tinggal di luar Jakarta dan sekitarnya. Kami prediksi dari jumlah itu, untuk angkatan 80-an, rata-rata sekitar lima persen teman kita telah wafat. Seperti angkatan 86 ada sekitar 20 orang dari 600 orang yang telah meninggal dunia.
Beberapa wilayah, seperti Medan dan Banten telah menyatakan membentuk Ikatila wilayah. Bandung dan Surabaya segera menyusul. Jadi menarik sekali, Ikatila juga ada di sejumlah wilayah.
7. Bagaimana Usaha Pengurus dalam rangka menjangkau seluruh Alumni?
8. Dari mana Sumber Pendanaan Pengurus Ikatila dalam menjalankan Program Kerja?
Sumber pendanaan awal tentu saja dari iuran alumni perorangan sewaktu pelaksanaan reuni akbar. Selain itu ada sumbangan dari Ikatila Angkatan. Nah dari sumbangan-sumbangan itulah pengurus melaksanakan program kerjanya. Nantinya akan ada iuran anggota yang dikelola secara transparan melalui rekening Ikatila. Kami juga akan meminta sumbangan dari sejumlah pihak yang tidak mengikat.
Untuk ke depan, dari program-program kerja itu akan ada amal usaha Ikatila, baik berupa yayasan maupun koperasi yang bisa dikembangkan oleh alumni. Untuk menjalankan amal usaha tersebut, kami akan mengikutsertakan sejumlah alumni yang belum beruntung.
Saya bangga dengan teman-teman seangkatan saya. Saya juga bangga bisa mewakili Angkatan 86 untuk duduk dalam kepengurusan Ikatila. Tentu saya harus membawa nama baik angkatan saya di mata para alumni yang lain. Karena itu pula saya berharap teman-teman angkatan 86 bersedia untuk duduk dalam komisi-komisi yang ada di Ikatila.
Banyak yang bisa kita lakukan di sana, sesuai dengan latar belakang pendidikan, profesi, bakat maupun minat. Hidup ini hanya sekali, jadi berbuatlah yang terbaik untuk lingkungan kita. Insya Allah menjadi bekal kita di kemudian hari.
10.Bagaimana Pendapat Anda tentang keberadaan webblog angkatan 86 yang baru terbit semenjak Reuni Akbar?
Karena itu saya mengucapkan banyak terima kasih dengan inisitif Bung Ridwan untuk membuat blog yang simple dan inovatif seperti ini. Keberadaan blog ini membuat saya bisa berkampanye pada angkatan lain bahwa 86 termasuk yang paling kompak dan memiliki segalanya. Angkatan 86 memiliki SDM yang cakap dan visioner.
Saya tidak merasa bahwa sukses reuni akbar karena keberadaan saya. Sukses reuni adalah sukses seluruh panitia dan juga sukses para alumni secara keseluruhan. Ada dua sukses di situ, yakni sukses peserta (alumni dan para guru) serta sukses acara (hingga terbentuk ikatan alumni).
Kebetulan saja, sewaktu pembentukan panitia, adik-adik kita, termasuk sejumlah abang kita meminta saya menjadi ketua steering committe (SC) atau panitia pengarah. Saya bersedia walau dengan hati was-was, karena kalau gagal, maka Ketua SC dianggap tidak bisa memberikan arahan kepada panitia pelaksana.
Ini memang bukan kerja ringan, apalagi kami belum tahu kapasitas maupun kapabilitas masing-masing panitia. Tiap dua pekan kami melakukan evaluasi, hasilnya memang tidak semudah yang dibayangkan. Tapi kami percaya setiap individu membutuhkan individu yang lain.
Saya tekankan bahwa satu titik akan terus berkembang menjadi titik-titik yang lain. Dari titik-titik itu akan berkembang menjadi sebuah bidang. Dan dari bidang-bidang itu akan menjadi sebuah ruangan yang kita namakan reuni Ikatila.
Masa kepengurusan Ikatila adalah tiga tahun. Setelah itu tidak dapat dipilih kembali. Itu yang saya canangkan ketika membentuk Ikatila. Karena itu pula, idealnya reuni akbar terselenggara setiap tiga tahun sekali. Sekaligus berakhirnya masa kepengurusan. Semoga ini bisa terlaksana. Semoga Kita Doakan Amin.....
Sekretaris Umum merangkap anggota: Mohammad Ary Fonda
Bendahara Umum merangkap anggota: Retno Kadarsih
Para Ketua Komisi merangkap anggota:
Ketua Komisi I (Hukum dan Hak Asasi Manusia): Patra M Zen
Ketua Komisi II (Pemerintahan, TNI dan Polri): Eko Suroyo
Ketua Komisi III (Pendidikan dan Agama): Asep Salwani
Ketua Komisi IV (Ekonomi dan Kewirausahaan): Zaenal Abidin
Ketua Komisi V (Informasi dan Komunikasi): Cipta Wibawa
Ketua Komisi VI (Seni, Budaya dan Olah Raga): Alex Firngadi
Ketua Komisi VII (Kesehatan dan Pemberdayaan Perempuan): Adillah Yuswati
Ketua Komisi VIII (Organisasi dan Antar-lembaga): Samsul Bahri Marasabessy